Prinsip Dasar Ramah Lingkungan
Ramah lingkungan pada dasarnya adalah penerapan konsep “zero waste”, pada pelaksanaanya industri ramah lingkungan diharapkan dalam proses industri melakukan strategi mencegah, mengurangi dan menghilangkan terbentuknya limbah sebagai bahan pencemar lingkungan. Hal tersebut dapat berjalan bila dalam aktivitasnya telah dirancang mulai dari bahan baku, teknologi proses sampai akhir kegiatan adalah ramah lingkungan. Untuk mendukung terlaksananya strategi tersebut diperlukan suatu perubahan yang mendasar dalam hal komitmen serta perilaku pimpinan dan karyawan, penyediaan sarana dan prasarana penunjang dan peningkatan kompetensi SDM. Ramah lingkungan dalam suatu industry dapat diterapkan 6 prinsip dasar yaitu Refine, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery dan Retrieve Energy. Model industri yang menerapkan 6 prinsip tersebut dapat berupa nir limbah (zero waste), produksi bersih (cleaner production), produktivitas hijau (green productivity) atau perusahaan hijau (greencompany). Model-model tersebut berupaya untuk meningkatkan produktivitas, menjaga keberlanjutan produksi dengan tetap memelihara kelestarian lingkungan dan kesehatan serta keselamatan pekerja.
1. Refine, adalah penggunaan bahan atau proses yang lebih ramah
lingkungan dibandingkan dengan bahan atau proses yangada saat
ini.
dengan optimalisasi proses atau operasional menghasilkan limbah
yang mengalami pemborosan. Contoh: mengganti keran atau pipa
bocor, memasang alat penangkap ceceran/lelehan.
3. Reuse, adalah pemakaian kembali bahan-bahan atau limbah pada
proses yang berbeda.
4. Recycle, adalah penggunaan kembali bahan-bahan atau sumberdaya
untuk proses yang sama.
5. Recovery, adalah kegiatan pengambilan kembali sebagianmaterial
penting dari aliran limbah untuk pemanfaatan ulang dalam proses
atau dimanfaatkan untuk proses atau keperluan lain.
6. Retrieve Energy, adalah pemanfaatan limbah untuk digunakan
sebagai bahan bakar atau dalam arti yang luas adalah penghematan
energi dalam proses produksi.
Teknologi Ramah Lingkungan di Indonesia
Salah satu teknologi ramah lingkungan yang sudah diterapkan di Indonesia adalah biopori.
Biopori atau yang biasa disebut dengan Teknologi Lubang Resapan Biopori merupakan metode alternatif untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah, selain dengan sumur resapan.
Pemanfaatan Biopori ini akan membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap dapat tertangani, disamping itu juga dapat menyimpan air untuk musim kemarau. Selain itu kelebihan dari Biopori ini adalah memperkaya kandungan air hujan, karena setelah diresapkan kedalam tanah lewat Biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan mengandung mineral mineral yang diperlukan oleh kehidupan. Adapun tujuan Lubang Resapan Biopori (LRB) ini adalah agar air masuk sebanyak mungkin kedalam tanah.
Pembuatan biopori pun cukup mudah.
Pertama, buat lupang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10cm. kedalaman kurang dari 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal. jarak antara lubang 50-100cm. Tanah dapat dilubangi menggunakan alat pengebor biopori.
Kedua, Perkuat mulut lubang dengan semen sekitar 2-3 cm dan setebal 2cm disekelilingnya.
Ketiga, isi lubang biopori yang berasal dari sisa tanaman,dedaunan,dll.
Keempat, Kompos diambil setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan kembali Lubang Resapan Biopori tersebut.
Sumber:
http://www.biopori.com/pembuatan.php
http://bintangiptek.blogspot.com/2012/07/teknologi-ramah-lingkungan.html
